Bermain dengan Sistem Proyeksi Koordinat di QGIS

Permasalahan system koordinat mungkin merupakan momok bagi sebagian orang ketika berurusan dengan data spasial. Terlebih lagi apabila data yang kita peroleh berasal dari berbagai sumber yang menggunakan system proyeksi koordinat. Meski demikian, tidak berarti kita tidak bisa sedikit bermain dengan system proyeksi bukan :) ?


Tutorial berikut mengasumsikan anda telah memiliki pengetahuan dasar mengenai system koordinat peta di QGIS, seperti system koordinat global dan system koordinat proyeksi, serta system koordinat layer dan system koordinat project. Mari kita coba saja tutorial kali ini!
Pertama, anda akan membutuhkan data untuk latihan ini. Data untuk tutorial ini merupakan data yang dibuat oleh ESRI pada tahun 2008. Anda dapat memperoleh data-data ini dari alamat http://www.baruch.cuny.edu/geoportal/data/esri/esri_intl.htm. Download data lintang dan bujur (latlong.zip) dan Data Batas Negara Dunia (cntry08.zip) seperti pada gambar.

Image

Letakkan file tersebut di tempat yang mudah ditempatkan dan buka pada QGIS (sekedar mengingatkan kalau anda lupa, QGIS dapat membuka file dengan tipe Zip secara langsung).

Image

Sekarang saatnya bermain dengan system koordinat!
Pada QGIS, anda dapat mendefinisikan sendiri system koordinat anda. Yang perlu anda ketahui adalah parameter dari masing-masing system koordinat (seperti sumbu awal, bentuk ellipsoid yang digunakan, dan lain-lain). Anda tidak perlu khawatir. Kita akan menggunakan cara mudah untuk membuat system koordinat baru di QGIS.
Kali ini kita akan membuat system proyeksi Orthographic. Proyeksi ini sering digunakan untuk menampilkan bentuk bola bumi. Sekarang bagaimana kita akan membuatnya di QGIS? Pertama, buka menu Setting > Custom CRS seperti di bawah ini.

Image

Anda akan melihat sebuah jendela meminta nama dan parameter dari system proyeksi anda. Biarkan jendela tersebut seperti adanya dan bukalah browser web anda. Pada browser anda, masukkan alamat: http://spatialreference.org/. pada bagian kotak Search di sebelah kanan, masukkan kata kunci system koordinat kita, yaitu ‘Orthographic’.

Image

Anda akan melihat beberapa system proyeksi yang menggunakan proyeksi Orthographic. Pilih SR-ORG:6980: World from space.

Image

Akan muncul beberapa format system proyeksi koordinat yang dapat digunakan. Pilih PROJ4 dari daftar tersebut, karena format inilah yang digunakan oleh QGIS untuk membaca system koordinat yang kita masukkan.

Image

Browser anda akan menampilkan sebaris teks yang berisi parameter system proyeksi Orthographic dalam format PROJ4, sebagai berikut:

+proj=ortho +lat_0=42.5333333333 +lon_0=-72.53333333339999 +x_0=0 +y_0=0 +a=6370997 +b=6370997 +units=m +no_defs

Copy semua teks tersebut, kemudian kembali ke QGIS. Pada kolom Name, masukkan nama system proyeksi anda, yaitu World Orthographic. Kemudian Paste-kan teks yang anda copy dari browser anda ke kolom Parameter. Klik save (ikon bergambar disket) untuk menyimpan system proyeksi tersebut. Terakhir, Klik OK.

Image

Sekarang mari kita rubah Sistem Koordinat Project tampilan anda. Masuk ke menu Settings > Project Properties > Coordinate Reference System (CRS). Atau bisa juga melalui ikon favorit kita di pojok kanan bawah Jendela QGIS Image . Anda akan dibawa ke dalam tampilan jendela untuk merubah system koordinat project anda (Ingat! Bukan system koordinat layer anda. Perhatikan perbedaannya!).
Ketikkan ‘World Orthographic’ di bagian Filter. Anda akan melihat system proyeksi yang anda buat tadi sudah aktif. Pilih CRS tersebut dan klik OK.

Image

Dan inilah tampilan QGIS anda sekarang:

Image

Sekarang, kita ingin agar bola bumi ini menampilkan peta Indonesia (bukan Amerika). Caranya mudah. Cukup ganti saja lintang dan bujur dari parameter yang kita masukkan di Custom CRS tadi menjadi lintang dan bujur di sekitar Indonesia, dan klik Save sekali lagi.

Image

Anda juga dapat melakukannya pada saat membuka Spatialreference.org, dengan cara menggeser peta yang ada di sebelah kanan ke daerah Indonesia. Pilih cara yang anda suka.

Image

Dan berikut hasilnya:

Image

Lumayan bukan? :
Anda dapat juga mencoba membuat beberapa system proyeksi koordinat yang lain dan melihat bagaimana hasilnya di QGIS. Referensi mengenai beberapa macam Sistem Proyeksi dapat anda lihat di alamat http://www.radicalcartography.net/?projectionref. Berikut beberapa contoh di QGIS:

Image

Proyeksi Van der Grinten I

Image

Proyeksi Cassini

Image

Proyeksi Polyconic

Image

Proyeksi Sinusoidal

Dan masih banyak lagi yang dapat anda coba sendiri.
Ada pelajaran mengenai system proyeksi yang dapat anda ambil dari ‘permainan’ kita ini. Ingatlah bahwa fungsi dari sebuah system proyeksi adalah merubah bidang lengkung menjadi bidang datar dengan meminimalisir adanya distorsi, baik jarak, bentuk, maupun arah. Misalnya, system Proyeksi TM3 yang digunakan oleh Badan Pertanahan Nasional. Apabila kita menggunakan system proyeksi TM-3.Zona 49.2 di QGIS, tampilannya adalah sebagai berikut:

Image

Perhatikan bahwa daerah sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur (Zona 49.2 terletak di daerah ini) memiliki distorsi (penyimpangan) yang paling minimal, yang ditandai oleh garis lintang dan bujurnya yang hampir sejajar. Artinya, apabila kita melakukan pengukuran di atas peta pada daerah ini, maka hasil ukuran kita akan mirip dengan hasil di dunia nyata.
Untuk alasan inilah tiap daerah di Indonesia menggunakan system proyeksi pada zona yang berbeda-beda. Sekarang anda tahu tujuannya adalah untuk meminimalisir adanya distorsi pada daerah tersebut, sehingga tampilan kita di peta sebaik mungkin mewakili kondisi sebenarnya di lapangan.
Sebagai penutup, marilah kita lihat proyeksi berikut ini:

Image

Proyeksi Cinta

Atau lebih dikenal dengan nama sebenarnya: Proyeksi Bonne :D
Selamat mencoba!

This entry was posted in Tutorial Software. Bookmark the permalink.